Operasional: Senin – Jumat | 09:00 – 20:00 WIB – Sabtu | 09:00 – 16:00 WIB

Jenis-Jenis Operasi Mata Berdasarkan Penyebabnya

Ditinjau oleh

author-04

Terakhir diperbaharui pada

9 April 2024

Bagikan

operasi mata
operasi mata

Mata sehat merupakan impian dari semua orang, karena mata yang sehat dapat memberikan kemampuan penglihatan dengan jelas. Namun, jika mata kita mengalami gangguan dan sakit, maka penglihatan kita akan menurun dan berakibat munculnya berbagai penyakit mata lainnya, dan membutuhkan pengobatan hingga operasi mata sebagai jalan keluar. Operasi mata merupakan bentuk penanganan penyembuhan penyakit mata yang serius

Penjelasan umum tentang operasi mata

Penjelasan operasi mata

Operasi mata sering kali menjadi pilihan terakhir setelah upaya-upaya pengobatan lainnya tidak memberikan hasil yang memuaskan atau jika kondisi mata memerlukan intervensi langsung untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Tujuan utama dari operasi mata adalah untuk memperbaiki gangguan penglihatan atau mengatasi masalah kesehatan mata lainnya. Operasi ini dapat dilakukan untuk mengobati katarak, glaukoma, degenerasi makula, pterygium, strabismus, tumor mata, atau kondisi lainnya yang mempengaruhi kesehatan mata.

Operasi mata melibatkan prosedur bedah di mana ahli bedah mata melakukan intervensi langsung pada struktur mata. Prosedur ini mungkin melibatkan pengangkatan jaringan yang abnormal, penggantian lensa mata, perbaikan struktur mata yang rusak, atau manipulasi kornea atau retina menggunakan teknologi laser. Sebelum menjalani operasi mata, pasien perlu melakukan persiapan yang sesuai. Ini mungkin termasuk konsultasi dengan dokter mata untuk mengevaluasi kondisi mata dan menentukan kesesuaian operasi, serta pemeriksaan pra-operasi untuk memastikan bahwa pasien dalam kondisi kesehatan yang memadai untuk menjalani prosedur bedah. 

Baca juga: Waspadai Penyakit Akibat Kekurangan Vitamin E pada Mata

Jenis-jenis operasi mata 

Jenis-jenis operasi mata 

Jenis-jenis operasi mata yang umum dilakukan antara lain:

1. Operasi Katarak

Operasi katarak adalah prosedur untuk mengangkat lensa mata yang keruh akibat katarak dan menggantinya dengan lensa buatan (implan intraokular), seperti operasi katarak lensa premium. Prosedur ini bertujuan untuk memulihkan penglihatan yang terganggu akibat katarak, yang biasanya menyebabkan penglihatan kabur atau buram.

2. Operasi LASIK

LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) adalah prosedur bedah refraktif yang digunakan untuk mengoreksi masalah penglihatan seperti mata minus, mata plus, atau astigmatisme. Dalam prosedur LASIK, lapisan luar kornea diangkat dan bentuk kornea diubah dengan bantuan laser, membantu pasien melihat dengan lebih jelas tanpa kacamata atau lensa kontak.

3. Operasi Glaukoma

Operasi glaukoma dilakukan untuk mengurangi tekanan intraokular yang tinggi yang dapat merusak saraf optik. Jenis operasi glaukoma meliputi trabekulektomi, pemasangan stent, atau terapi laser seperti trabekuloplasti. Tujuan dari operasi glaukoma adalah untuk mengendalikan tekanan mata dan mencegah kerusakan saraf optik lebih lanjut.

4. Transplantasi Kornea

Transplantasi kornea adalah prosedur di mana kornea yang rusak atau sakit diganti dengan kornea yang sehat dari donor. Ini dilakukan untuk mengatasi berbagai kondisi seperti keratitis, distrofi kornea, atau penipisan kornea yang parah. Transplantasi kornea membantu memulihkan visi dan kenyamanan mata pada pasien yang menderita penyakit kornea yang parah.

5. Operasi Pterigium

Operasi pterigium dilakukan untuk mengangkat pertumbuhan jaringan abnormal yang terjadi di permukaan mata, biasanya pada konjungtiva. Pertumbuhan jaringan ini dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, atau bahkan penghalang penglihatan. Prosedur operasi pterigium membantu mengangkat jaringan yang tidak normal dan memulihkan kenyamanan mata.

Baca juga: Tidak Hanya Vitamin A, Inilah Vitamin-Vitamin untuk Mata

Persiapan untuk operasi mata

Persiapan untuk operasi mata

Persiapan untuk operasi mata umumnya meliputi beberapa langkah sebelum menjalani operasi, seperti:

Konsultasi dokter

Konsultasi dengan dokter mata adalah langkah pertama untuk menentukan diagnosis dan cara terbaik dalam menangani penyakit mata. Masyarakat diharapkan untuk tidak mempercayai informasi-informasi palsu mengenai katarak yang banyak beredar dengan bebas, terutama di internet.

Pemeriksaan pra-operasi

Dokter akan menyediakan serangkaian pemeriksaan dan tes terhadap calon pasien operasi katarak, yang harus dilakukan sebelum operasi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien dan memastikan operasi yang akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Persiapan fisik

Kondisi fisik sebelum tindakan operasi katarak sangat mempengaruhi kesiapan mental Anda. Oleh karena itu, beristirahatlah dengan cukup sebelum melakukan operasi sehingga kondisi tubuh Anda dalam keadaan fit.

Persiapan mental

Pada saatnya Anda operasi katarak, percayakan bahwa Anda berada di tangan para ahli dan profesional yang tepat.

Pemeriksaan lanjutan

Dokter akan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan pasca operasi untuk memantau keadaan mata. Ini dapat terjadi dalam satu hari setelah operasi, tujuh hari, maupun diulang hingga beberapa minggu. Biasanya, pemulihan total terjadi dalam waktu delapan minggu.

Pembersihan mata

Dokter juga akan memberikan obat tetes mata antibiotik dalam waktu 1-2 hari sebelum operasi, yang berfungsi untuk mengurangi risiko infeksi pada mata.

Transportasi

Hindari memakai mobil pasca operasi, dan minta orang terdekat untuk mengantar Anda ke rumah atau menggunakan taxi.

Pakaian

Gunakan pakaian yang nyaman dan hindari penggunaan parfum, krim aftershave, atau pewangi lainnya.

Evaluasi

Setelah operasi, dokter akan melakukan evaluasi kualitas tindakan keperawatan, yang merupakan proses yang interaktif dan kontinu.

Baca juga: Vabella Ikut Lasik di NEC! Yuk Simak Keseruan Lengkapnya

Proses Operasi Mata

Proses Operasi Mata

Proses operasi mata dapat bervariasi tergantung pada jenis operasi yang dilakukan dan kompleksitas kondisi mata pasien. Berikut adalah beberapa informasi umum tentang proses operasi mata, termasuk durasi operasi dan jenis anestesi yang mungkin digunakan:

Durasi Operasi

Durasi operasi mata dapat bervariasi dari beberapa menit hingga beberapa jam, tergantung pada jenis operasi yang dilakukan. Beberapa operasi sederhana, seperti pengangkatan pterygium atau operasi LASIK, mungkin hanya memakan waktu sekitar 15-30 menit. Namun, operasi yang lebih kompleks, seperti operasi katarak atau transplantasi kornea, dapat memakan waktu lebih lama, mungkin antara 30 menit hingga beberapa jam.

Jenis Anestesi

Ada dua jenis anestesi yang umum digunakan dalam operasi mata:

a. Anestesi Lokal

Anestesi lokal sering digunakan dalam operasi mata. Ini melibatkan penyuntikan obat bius di sekitar mata untuk membuat area tersebut mati rasa, sehingga pasien tidak merasakan sakit selama operasi. Meskipun pasien tetap sadar selama prosedur, mereka mungkin merasa sedikit tekanan atau getaran selama operasi.

b. Anestesi Umum

Anestesi umum digunakan dalam beberapa kasus operasi mata, terutama jika prosedur memerlukan pasien untuk tetap tenang dan tidak bergerak. Dalam anestesi umum, pasien tidak sadar selama operasi dan tidak merasakan apapun. Ini biasanya diperlukan untuk operasi yang lebih rumit atau pada pasien yang memiliki kecemasan yang tinggi dan sulit untuk tetap tenang selama prosedur.

Baca juga: Bayangan Penglihatan Ganda Setelah Lasik. Ini 3 Faktanya!

Risiko dan komplikasi Operasi Mata

Risiko dan komplikasi Operasi Mata

Meskipun operasi mata seringkali aman, seperti halnya dengan semua prosedur bedah, ada risiko dan komplikasi yang terkait dengan prosedur tersebut. Berikut adalah beberapa risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi mata:

1. Infeksi

Infeksi mata adalah risiko umum setelah operasi. Ini bisa terjadi pada bagian luar mata (seperti konjungtivitis) atau pada bagian dalam (seperti endoftalmitis). Infeksi dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, kemerahan, pembengkakan, atau keluarnya cairan dari mata. Pengobatan segera diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

2. Perdarahan

Perdarahan di dalam mata dapat terjadi selama atau setelah operasi. Meskipun perdarahan ringan mungkin normal setelah beberapa jenis operasi mata, perdarahan yang berlebihan dapat menyebabkan masalah serius seperti tekanan intraokular meningkat atau penglihatan terganggu.

3. Reaksi alergi

Beberapa pasien mungkin mengalami reaksi alergi terhadap obat bius atau bahan lain yang digunakan selama operasi. Reaksi alergi ini dapat menyebabkan gejala seperti ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan, atau bahkan reaksi alergi yang serius.

4. Perubahan penglihatan

Meskipun tujuan operasi mata adalah untuk meningkatkan atau memperbaiki penglihatan, ada kemungkinan terjadinya perubahan penglihatan yang tidak diinginkan setelah operasi. Ini termasuk penglihatan kabur, gangguan penglihatan malam, atau sensasi kering pada mata. Biasanya, kebanyakan perubahan ini bersifat sementara dan membaik seiring waktu.

5. Komplikasi spesifik untuk jenis operasi tertentu

Setiap jenis operasi mata memiliki risiko dan komplikasi khusus yang terkait dengannya. Misalnya, operasi katarak dapat menyebabkan pembengkakan atau peradangan, sedangkan operasi lasik dapat menyebabkan masalah seperti kekeringan mata atau fluktuasi penglihatan.

6. Kehilangan penglihatan

Meskipun jarang terjadi, ada kemungkinan kehilangan penglihatan setelah operasi mata. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, perdarahan, atau komplikasi lainnya. Penting untuk mengikuti instruksi dokter secara ketat dan melaporkan setiap gejala yang tidak biasa setelah operasi.

Baca juga: Alami Pusing di Sekitar Mata? Ternyata Ini Penyebabnya!

Pemulihan Pasca Operasi Mata

Pemulihan Pasca Operasi Mata

Proses pemulihan pasca operasi mata sangat penting untuk memastikan kesembuhan yang optimal dan meminimalkan risiko komplikasi. Berikut adalah beberapa hal yang biasanya terjadi selama periode pemulihan pasca operasi mata:

1. Perawatan Mata

Pasca operasi, Anda mungkin perlu mengikuti instruksi dokter mata tentang perawatan mata yang diperlukan. Ini mungkin termasuk penggunaan tetes mata atau salep yang diresepkan untuk membantu meminimalkan risiko infeksi dan mempercepat penyembuhan.

2. Penggunaan Pelindung Mata

Dokter mata mungkin menyarankan Anda untuk menggunakan pelindung mata, seperti kacamata atau penutup mata, untuk melindungi mata dari cahaya terang dan untuk mencegah pergeseran atau kerusakan pada area yang dioperasi.

3. Istirahat dan Pembatasan Aktivitas

Penting untuk memberi waktu istirahat yang cukup bagi mata Anda untuk pulih sepenuhnya. Anda mungkin perlu membatasi aktivitas fisik yang berat atau aktivitas yang memicu tekanan intraokular tinggi, seperti membungkuk, mengangkat berat, atau menekan mata.

4. Penggunaan Obat Penghilang Nyeri

Dokter mata mungkin meresepkan obat penghilang nyeri atau antiinflamasi untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan atau rasa sakit setelah operasi. Pastikan untuk mengikuti instruksi penggunaan obat dengan benar.

5. Jadwal Kunjungan Pasca Operasi

Anda akan dijadwalkan untuk kunjungan pasca operasi dengan dokter mata Anda untuk memantau perkembangan pemulihan dan mengevaluasi hasil operasi. Ini penting untuk memastikan bahwa proses penyembuhan berjalan dengan baik dan untuk mengidentifikasi setiap masalah atau komplikasi yang mungkin muncul.

6. Perhatian terhadap Gejala Komplikasi

Selama periode pemulihan, penting untuk memperhatikan gejala-gejala yang tidak biasa atau komplikasi yang mungkin terjadi, seperti peningkatan nyeri, perubahan penglihatan yang drastis, penglihatan kabur yang bertahan lama, atau tanda-tanda infeksi. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera hubungi dokter mata Anda.

7. Perhatian pada Higiene

Selama masa pemulihan, pastikan untuk menjaga kebersihan mata dan tangan Anda. Hindari menyentuh atau menggosok mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, dan hindari paparan debu, kotoran, atau benda asing lainnya yang dapat mengiritasi mata.

Sumber

dr. Rina Wulandari, Sp.M.

Simak video kesehatan mata yang lainnya