Operasional: Senin – Jumat | 09:00 – 20:00 WIB – Sabtu | 09:00 – 16:00 WIB

Blefaritis: Pengertian, Jenis, Penyebab, Gejala, & Cara Mengobati

Ditinjau oleh

Admin

Terakhir diperbaharui pada

14 Maret 2024

Bagikan

Blefaritis: Pengertian, Jenis, Penyebab, Gejala, & Cara Mengobati
blefaritis

Mata bengkak, kemerahan, dan berminyak? Itu gejala blefaritis. Meskipun secara umum tidak berbahaya, ia bisa membuat mata tidak nyaman dan tentunya mengganggu penampilan.

Apa itu blefaritis, apa saja gejala dan penyebabnya serta bagaimana cara mengobatinya?

Pengertian Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan di kelopak mata yang mengakibatkan bagian mata tersebut menjadi bengkak, kemerahan, dan berminyak. Biasanya, penyakit mata ini terjadi ketika kelenjar minyak di dekat akar bulu mata tersumbat sehingga menimbulkan peradangan.

Peradangan ini umumnya bukan kondisi yang serius dan tidak menular. Namun, selain mengganggu penampilan, juga membuat tidak nyaman.

Lebih dari itu, jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, ia bisa mengakibatkan gangguan mata lainnya, seperti mata kering, bintitan, dan konjungtivitis.

Jenis dan Penyebab Blefaritis

Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis blefaritis. Yakni anterior dan posterior.

Blefaritis anterior

Blefaritis anterior adalah peradangan di kulit kelopak mata bagian luar. Pemicunya adalah infeksi bakteri Staphylococcus, reaksi alergi terhadap produk kosmetik mata, ketombe yang jatuh ke kelopak mata,  atau infeksi kutu pada bulu mata.

Blefaritis anterior dibagi menjadi dua yaitu stafilokokal dan seboroik. Stafilokokal sisiknya kasar berusta dan menempel di pangkal bulu mata sedangkan seboroik halus dan menempel di tepi kelopak serta bulu mata.

Pada stafilokokal dapat terjadi madarosis (hilangnya bulu mata), trichiasis atau poliosis sedangkan pada seboroik bulu mata berminyak dan saling menempel.

Stafilokokal dapat terjadi parut pada tepi kelopak sedangkan seboroik tepi kelopaknya hiperemis. Kemudian pada stafilokokal konjungtiva hiperemis dan konjungtivitis papiler sedangkan pada seboroik tidak ada khas.

Blefaritis posterior

Jenis posterior merupakan peradangan pada kelopak mata bagian dalam yang bersentuhan langsung dengan bola mata.

Penyebabnya adalah penyumbatan kelenjar minyak yang terletak di bagian dalam kelopak mata (kelenjar meibom), kelainan fungsi kelenjar meibom, rosacea, atau dermatitis seboroik.

Baca juga: Buta Warna

Gejala Blefaritis

Umumnya, penyakit mata ini terjadi pada kedua mata sekaligus. Namun pada sebagian kasus, ia bisa terjadi pada satu mata saja.

Blefaritis memiliki banyak gejala. Gejala-gejala tersebut biasanya akan memburuk pada pagi hari. Antara lain sebagai berikut:

  • Bengkak dan kemerahan di kelopak mata
  • Mata berwarna kemerahan
  • Kelopak mata terasa gatal
  • Terdapat kotoran pada bulu mata dan tepi kelopak
  • Kelopak mata lengket dan berminyak
  • Mata terasa tersengat atau seperti terbakar
  • Mata terasa berpasir
  • Kulit di sekitar mata mengelupas
  • Bulu mata rontok
  • Penglihatan buram
  • Mata sensitif terhadap cahaya

Cara Mengobati Blefaritis

Dokter akan melakukan penegakan diagnosis sebagai langkah pertama. Yakni dengan anamnesis (menanyakan gejala dan kondisi pasien) dan pemeriksaan kelopak mata.

Dokter mata juga akan melakukan pemeriksaan mata dengan alat khusus yang menyerupai kaca pembesar. Jika diperlukan, dokter akan mengambil sampel dari kulit kering atau minyak di kelopak mata untuk memastikan penyebab dan jenis penyakitnya.

Pada kondisi awal yang tidak parah, sebenarnya bisa mengobati penyakit mata ini di rumah tanpa harus ke rumah sakit. Caranya dengan mengompres mata menggunakan kompres basah yang hangat minimal selama 5-10 menit guna melunakkan kerak kotoran mata. Juga untuk mencegah endapan minyak di kelopak mata.

Pada kasus jenis posterior, meibom yang menumpuk dapat dikeluarkan dengan cara “memeras” kelopak mata ke arah tepi setelah dikompres.

Jika perawatan non farmakologik tidak meredakan gejala, dokter akan mengambil tindakan pengobatan secara farmakologi yaitu dengan beberapa obat, antara lain berikut ini:

  1. Kortikosteroid. Obat ini untuk peradangan yang bukan akibat infeksi. Bentuknya bisa berupa tetes mata atau salep.
  2. Antibiotik. Ini untuk blefaritis yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Antibiotik bisa berbentuk obat minum, salep, atau tetes mata, tergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien. Misalnya kloramfenikol 1% (tiap 1-3 jam) atau bastirasin 500 u/gram (1-4 kali sehari).
  3. Air mata tambahan. Untuk mengurangi iritasi akibat mata kering, dokter juga bisa meresepkan air mata buatan. Biasanya 4-8 kali sehari.

Blefaritis yang penyebabnya adalah penyakit mata lain seperti rosacea dan dermatitis seboroik, cara mengobatinya adalah dengan menangani penyakit penyebab tersebut.

Baca Juga: Low Vision

Sedangkan untuk yang penyebabnya adalah ketombe di kepala, penanganan menggunakan sampo antiketombe untuk membersihkan ketombe tersebut. [mbk/nlc]