Operasional: Senin – Jumat | 09:00 – 20:00 WIB – Sabtu | 09:00 – 16:00 WIB

Ciri-Ciri Mata Katarak dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh

NEC

Terakhir diperbaharui pada

31 Desember 2023

Bagikan

ciri-ciri mata katarak

Katarak menjadi salah satu penyebab kebutaan terbanyak di dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa dari 37 juta penduduk dunia yang mengalami kebutaan pada tahun 2002, lebih dari 17 juta (47,8%) di antaranya adalah penderita katarak. Secara total, jumlah penderita katarak pada 2020 mencapai 94 juta orang.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena katarak bisa disembuhkan dengan catatan harus mengetahui ciri-ciri maupun gejalanya sebelum parah. Bagaimana ciri-ciri mata katarak? Simak penjelasannya!

ciri-ciri mata katarak

Apa Itu Katarak?

Sebelum kita membahas ciri-cirinya, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu katarak. Katarak adalah kondisi di mana lensa mata yang seharusnya transparan menjadi keruh. Lensa mata yang jernih membantu fokus cahaya ke retina, yang kemudian mengirimkan sinyal penglihatan ke otak. Ketika lensa menjadi keruh, penglihatan menjadi buram dan tidak jelas. Pandangan menjadi kabur atau berkabut.

Tidak seperti gangguan penglihatan yang lain khususnya kelainan refraksi, orang yang menderita katarak akan merasa seperti selalu melihat kabut atau berasap. Awalnya, mungkin tidak menganggu karena kondisi berkabut ini bertahap. Namun, semakin lama, pandangan berkabut akan semakin luas dan memburuk hingga seluruh layar pandang berkabut. Pandangan pun menjadi tidak jelas baik jarak dekat maupun jarak jauh. Akibatnya, aktivitas terganggu, kualitas hidup menurun, bahkan bisa terkena kebutaan.

Baca juga: Bagian Mata

Ciri-Ciri Mata Katarak

Meskipun katarak tidak bisa disembuhkan kecuali dengan operasi, ternyata katarak bisa dicegah dan diperlambat agar tidak semakin parah.

Penyebab utama katarak adalah penuaan yang tak bisa kita hindari. Namun, faktor-faktor lain yang mempertinggi risiko katarak bisa kita jauhi. Misalnya dengan tidak merokok, menjaga pola makan dan gaya hidup sehat sehingga tidak terkena diabetes mellitus, hingga memeriksakan mata secara rutin.

Selain itu, penanganan dini pada katarak oleh dokter mata dapat mengurangi risiko yang lebih berbahaya. Sebab jika dibiarkan begitu saja, katarak bisa menyebabkan kebutaan. Karenanya, penting mengetahui gejala atau ciri-ciri mata katarak sebagai berikut:

1. Penglihatan Kabur atau Buram

Salah satu ciri khas katarak yang paling jelas adalah penglihatan yang buram. Penderita katarak sering mengeluh bahwa mereka melihat seperti melalui kaca yang berembun atau berkerak. Awalnya, penglihatan kabur mungkin hanya terjadi pada satu mata, tetapi seiring berjalannya waktu, biasanya memengaruhi kedua mata.

2. Penglihatan Silau

Orang dengan katarak juga bisa mengalami efek kilauan atau silau ketika mereka berada di bawah sinar matahari langsung atau sumber cahaya terang lainnya. Hal ini dapat membuat mereka merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Penglihatan Malam yang Buruk

Katarak juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melihat dengan baik di kondisi cahaya rendah atau malam hari. Orang dengan katarak seringkali mengalami kesulitan mengemudi di malam hari atau melihat objek dengan baik dalam kegelapan.

4. Perubahan dalam Persepsi Warna

Beberapa orang dengan katarak melaporkan perubahan dalam persepsi warna. Mereka mungkin mengalami kesulitan membedakan warna-warna tertentu atau merasa bahwa warna-warna terlihat lebih pudar atau kusam.

5. Pandangan Ganda

Katarak juga dapat menyebabkan pandangan ganda atau diplopia. Ini terjadi karena lensa mata yang keruh membelah cahaya yang masuk ke mata, sehingga menyebabkan gambar-gambar ganda.

6. Perubahan dalam Kacamata atau Lensa Kontak

Orang yang sebelumnya memiliki resep kacamata atau lensa kontak yang sesuai mungkin merasa bahwa resep ini tidak lagi efektif. Mereka mungkin perlu mengganti kacamata atau lensa kontak mereka lebih sering atau menyesuaikan resepnya.

7. Mata Tampak Putih atau Abu-abu pada Foto

Ketika seseorang dengan katarak diambil foto dengan flash, mata mereka mungkin tampak berwarna putih atau abu-abu. Ini disebabkan oleh keruhnya lensa mata yang memantulkan cahaya flash kamera.

8. Penurunan Ketajaman Visual

Selain penglihatan kabur, ketajaman visual secara keseluruhan juga akan mengalami penurunan. Ini akan memengaruhi kemampuan seseorang untuk melihat detail dengan jelas, seperti membaca atau mengenali wajah.

9. Sensitivitas Terhadap Cahaya Meningkat

Penderita katarak seringkali memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap cahaya. Mereka mungkin merasa tidak nyaman atau bahkan sakit ketika terpapar cahaya terang.

Baca juga: LASIK

Faktor Risiko Katarak

Selain ciri-ciri katarak, penting juga untuk memahami faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan katarak. Beberapa faktor risiko utama meliputi:

1. Usia

Risiko katarak meningkat seiring bertambahnya usia. Katarak umumnya lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun.

2. Riwayat Keluarga

Ada faktor genetik yang memengaruhi risiko katarak. Jika ada riwayat keluarga yang menderita katarak, kemungkinan Anda juga lebih besar untuk mengembangkannya.

3. Paparan Sinar Matahari

Paparan berlebihan terhadap sinar matahari dan sinar ultraviolet (UV) dapat meningkatkan risiko katarak. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan kacamata hitam yang melindungi mata dari sinar UV.

4. Merokok dan Alkohol

Merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko katarak.

5. Penyakit dan Kondisi Medis

Beberapa penyakit dan kondisi medis, seperti diabetes, hipertensi, dan penggunaan obat-obatan tertentu, dapat meningkatkan risiko katarak.

6. Cedera Mata

Cedera mata yang pernah dialami, terutama jika melibatkan trauma pada mata, juga dapat meningkatkan risiko katarak.

Pencegahan Katarak

Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah katarak sepenuhnya, tetapi ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi risiko. Ini termasuk:

1. Lindungi Mata dari Matahari

Selalu gunakan kacamata hitam yang melindungi dari sinar UV saat berada di luar ruangan, terutama saat cuaca cerah.

2. Hentikan Merokok dan Hindari Konsumsi Alkohol

Merokok dan mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko katarak, jadi sebaiknya hindari kebiasaan ini.

3. Kontrol Penyakit Kronis

Jika Anda memiliki diabetes atau tekanan darah tinggi, penting untuk mengontrol kondisi ini dengan baik melalui perawatan medis dan gaya hidup sehat.

4. Rutin Memeriksakan Mata

Melakukan pemeriksaan mata secara rutin dengan dokter mata adalah langkah penting untuk mendeteksi katarak sejak dini.

5. Makanan Sehat

Diet yang kaya akan antioksidan, seperti buah-buahan dan sayuran, dapat membantu menjaga kesehatan mata.

6. Hindari Cedera Mata

Lindungi mata Anda dari cedera dengan menggunakan kacamata atau goggle saat bermain olahraga atau melakukan pekerjaan yang berpotensi berbahaya.

Baca juga: Pengalaman Lasik

Cara Mengobati Katarak

Bagaimana jika terlanjur terkena katarak? Tentu kita sudah tidak bisa lagi mengandalkan cara pencegahan di atas. Nah, cara menyembuhkan katarak adalah dengan mengganti lensa mata melalui operasi katarak. Ada beberapa pilihan teknik operasi katarak ini. Tiga di antaranya adalah:

1. ECCE

ECCE (Extra Capsular Cataract Extraction) merupakan teknik operasi katarak konvensional. Pada prosedur ini, dokter mata mengeluarkan lensa melalui sayatan selebar 8-10mm. ECCE membutuhkan waktu penyembuhan dan pemulihan yang cukup lama.

2. SICS

SICS (Small Incision Cataract Surgery) merupakan teknik operasi menggunakan jahitan dengan sayatan 6 – 10 mm. Proses operasinya membutuhkan waktu 15-30 menit dan waktu penyembuhannya lebih singkat daripada ECCE.

3. Phacoemulsification

Phacoemulsification imerupakan tenik operasi katarak tercanggih untuk saat ini. Operasi katarak tanpa jahitan, proses operasinya singkat, hanya sekitar 10-15 menit. Waktu penyembuhan dan pemulihan juga jauh lebih cepat.

Selain itu, teknik operasi katarak ini mampu mengurangi rasa nyeri, ngeres atau ketidaknyamanan setelah operasi. Setelah operasi, pasien bisa Langsung pulang. Penyembuhannya hanya butuh waktu 2 minggu hingga 1 bulan. [NEC]